PALANG MERAH REMAJA

Cetak
PDF

PALANG MERAH REMAJA
(PMR)

Palang Merah Remaja atau PMR merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang berada di bawah naungan Palang Merah Indonesia. PMI sendiri membentuk organisasi PMR secara resmi pada tahun 1953 dengan tujuan utama untuk menyiapkan kader-kader handal PMI.

SEJARAH SINGKAT

PMR SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang pada awal berdirinya sekolah ini, belum terbentuk. Baru sekitar awal tahun 1990-an organisasi yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan ini, bisa terbentuk. Ide pembentukan PMR pada dasarnya, datang dari pihak siswa sendiri yang kemudian mengusulkannya pada pihak sekolah. Menanggapi tujuan yang mulia dari para siswanya, sekolah segera membentuk PMR sebagai salah satu ekstra kurikuler pilihan di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang.
Seiring dengan perkembangan SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang sendiri, PMR terus berbenah diri baik secara intern organisasi maupun ekstern organisasi. Kualitas dan kuantitas kegiatan PMR juga terus ditingkatkan. Mulai dari konsolidasi anggota, kegiatan kemanusiaan dan sosial, pembenahan administrasi, sampai pada pemasyarakatan PMR. Hingga saat ini, belum begitu banyak kegiatan bermanfaat yang diselenggarakan oleh PMR yang secara langsung maupun tidak langsung namun mampu turut mengharumkan nama SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang. Misalnya saja kegiatan Bhakti Sosial yang dilakukan PMR ketika masyarakat sekitarnya tertimpa bencana alam gempa. PMR mengumpulkan bahan makanan, pakaian, sembako dan sebagainya untuk membantu mereka.

STRUKTUR ORGANISASI PMR

Struktur Organisasi PMR SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang, terdiri dari :

1. Pelindung
Pelindung bertanggung jawab atas semua pelaksanaan kegiatan PMR. Pelindung dalam hal ini adalah Kepala Sekolah. SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang.

2. Pembina
Pembina PMR bertugas untuk membimbing, mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan PMR. Pembina PMR dipilih oleh Kepala Sekolah yang diambil dari pihak Bapak/Ibu Guru. Biasanya Pembina PMR terdiri dari 4 orang.

3. Ketua Umum
Ketua bertugas untuk mengkoordinasikan semua kegitan yang diselenggarakan oleh PMR. Ketua ini bertanggungjawab atas jalannya roda organisasi PMR.

4. Wakil Ketua
Wakil Ketua bertugas untuk membantu tugas-tugas Ketua dan mewakili Ketua apabila Ketua berhalangan.

5. Sekretaris
Sekretaris bertugas untuk menangani semua administrasi organisasi PMR. Tugasnya antara lain : Menangani surat-surat yang masuk dan keluar, membuat Proposal dan Laporan Kegiatan, menangani agenda rapat dan sebagainya.

6. Bendahara
Bendahara tentunya bertanggungjawab atas keuangan organisasi.

7. Seksi-seksi :
a. Seksi Kegiatan
Seksi Kegiatan bertugas untuk mengatur dan merancang semua kegiatan yang diselenggarakan oleh PMR.
b. Seksi Perlengkapan
Seksi Perlengkapan bertugas menyediakan dan merawat semua peralatan dan perlengkapan yang dibutuhkan oleh PMR.
c. Seksi PPPK
Seksi PPPK ini bertugas untuk menangani masalah kesehatan terutama masalah Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan.
d. Seksi Humas
Seksi Humas bertanggung jawab atas hubungan PMR dengan pihak luar, baik dengan organisasi lain maupun dengan masyarakat umum.
e. Seksi Dokumentasi
Seksi Dokumentasi bertugas untuk mencatat atau mendokumentasikan semua kegiatan yang diselenggarakan oleh PMR
f. Seksi Pembantu Umum
Seksi ini bertugas membantu pelaksanaan kegiatan yang belum tertangani oleh seksi-seksi lain.

KEGIATAN – KEGIATAN PMR

Kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan oleh PMR antara lain :

1. Membantu Pelaksanaan Upacara Bendera.
Dalam pelaksanaan Upacara Bendera tiap hari Senin dan hari-hari Besar lainnya, terkadang terdapat siswa/siswi yang membutuhkan pertolongan. Banyak diantara siswa yang merasa tidak kuat fisiknya untuk mengikuti upacara bahkan ada di antaranya yang sampai pingsan. Untuk itulah, diperlukan penanganan dan perhatian khusus. Di sinilah PMR mempunyai andil yang cukup besar dalam menangani para siswa yang membutuhkan pertolongan. Tiap upacara, beberapa anggota PMR ditugaskan secara bergiliran untuk mmembantu teman-temannya yang membutuhkan.

2. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler PMR dilaksanakan seminggu sekali. Ektrakurikuler ini dilaksanakan sebagai sarana untuk menyampaikan dan memperdalam materi tentang ke-PMR-an terutama ditujukan untuk para anggota baru. Sementara itu untuk anggota yang sudah cukup mahir, harus menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya kepada adik-adiknya. Jadi selain lebih memperdalam materi yang telah dikuasainya, juga sebagai latihan mental menghadapi orang banyak. Bentuk penyampaian materi juga tidak hanya sebatas teori, tetapi diselingi dengan praktek-praktek di lapangan.

4. Bakti Sosial
PMR SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang telah beberapa kali menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial. Pada bulan Agustus 2000 dalam rangka menyambut Ulang Tahun PMI, PMR menyelenggarakan Bhakti Sosial yang berupa pengumpulan pakaian bekas pantas pakai, buku-buku pelajaran, uang dan sebagainya. Bantuan yang terkumpul kemudian diserahkan kepada pengurus inti OSIS untuk selanjutnya diserahkan pada siswa-siswa yang membutuhkan. Ketika sebagian masyarakat Sumatera Barat dan sekitarnya tertimpa bencana alam gempa pun, PMR tergerak hatinya untuk membantu mereka. PMR segera menyalurkan bantuan berupa bahan pangan dan sembako kepada masyarakat yang tertimpa gempa. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pelindung, Pembina PMR dan Pembina OSIS langsung kepada masyarakat yang tertimpa musibah.

5. Membantu mengajar anggota PMR Madya (SLTP)
Selain menyampaikan materi tentang ke-PMR-an kepada sesama anggotanya di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang, beberapa anggota PMR juga ditugaskan untuk membantu mengajarkan materi tersebut pada para anggota PMR baru, yaitu untuk anggota baru dalam ke PMR-an. Secara tidak langsung kegiatan ini akan bermanfaat sebagai latihan mental bagi para anggota PMR.

6. Pemeriksaan Golongan Darah
Menanggapi keluhan dari beberapa anggota PMR dan banyak siswa yang belum mengetahui golongan darahnya, PMR akan bekerja sama dengan PMI cabang Bukittinggi mengadakan kegiatan Pemeriksaan Golongan Darah, khususnya bagi para siswa/siswi yang belum mengetahui golongan darahnya. Kepada anggota PMR juga diajarkan bagaiman caranya memeriksa Golongan Darah seseorang. Kegiatan ini mendapat animo yang cukup besar terutama dari kalangan siswa, sehingga kegiatan ini harus direncaanakan diselenggarakan sebanyak dua kali.

7. Pelaksanaan Donor Darah
Bersamaan dengan Pemeriksaaan Golongan Darah, juga dibuka kegiatan Donor Darah. Kegiatan Donor Darah yang dikoordinir oleh PMR dan PMI cabang Bukittinggi ini, diikuti oleh para guru dan pegawai yang darahnya memenuhi syarat untuk diambil. Donor Darah dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang atau nantinya akan di pusatkan di RSAM yang letaknya tidak jauh dari SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang. .

8. Penanganan UKS
UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah merupakan rumah sakit mini yang ada di sekolah. PMR sebagai satu-satunya organisaasi yang berkecimpung di dunia kemanusiaan termasuk kesehatan, turut menangani dan merawat adanya UKS ini. Keberadaan UKS dirasa sangat diperlukan terutama ketika terdapat siswa atau anak yang sakit. Beberapa anggota PMR ditugaskan secara bergiliran untuk menjaga dan merawat UKS ini.

9. Penerimaan Siswa Baru (Persami)
Dalam rangka penerimaan siswa baru, bersama OSIS dan Pramuka, PMR turut serta membantu pelaksanaan Persami/ Penerimaan Siswa Baru.

10. Reorganisasi dan pelantikan Pengurus PMR
Masa kepengurusan PMR adalah satu tahun pelajaran. Oleh karena itu, tiap tahun harus diadakan Reorganisasi untuk memilih para Pengurus Baru. Pengurus Baru ini dipilih berdasarkan pilihan dari semua anggota PMR secara demokratis. Setelah terbentuk, Pengurus baru akan dibekali beberapa pengetahuan tentang oraganisasi PMR, dan selanjutnya dilantik atau dikukuhkan. (dhz)

 

 

Penulis : Diah Hadiati,S.Pd

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROFIL UKS SMP NEGERI 3 BUKIK PINANG SABATANG

TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

 

SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang yang beralamat di Jln.Jambak Puhun No 3 Bukit Apik ini, merupakan salah satu sekolah yang dikembangkan oleh Pemerintah Kota Bukittinggi sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional.

 

PERANAN UKS DALAM PENINGKATAN PHBS DEMI

MENCIPTAKAN LINGKUNGAN SEKOLAH YANG SEHAT

 

PENGERTIAN UKS

Dalam UU No.23 psl 45 tentang UKS ditegaskan bahwa “Kesehatan Sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal sehingga diharapkan dapat menjadikan sumber daya manusia yang berkualitas.

 

 

TUJUAN UKS

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dan prestasi belajar peserta didik dengan meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat serta derajat kesehatan peserta didik dan menciptakan lingkungan yang sehat, sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya.

 

SASARAN UKS

 

Sasaran pembinaan dan pengembangan UKS meliputi:

*Sasaran primer : Peserta didik

*Sasaran sekunder :

Guru, pamong belajar/tutor orang tua, pengelola pendidikan dan pengelola kesehatan serta TP UKS di setiap jenjang.

*Sasaran Tertier :

Lembaga pendidikan mulai dari tk pra sekolah sampai SLTA, termasuk satuan pendidikan luar sekolah dan perguruan agama serta pondok pesantren beserta lingkungannya.

Sarana dan prasarana pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan.

Lingkungan, yg meliputi: lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat sekitar sekolah.

 

SEKOLAH SEHAT

 

Sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, indah dan rindang, peserta didiknya sehat dan bugar serta senantiasa berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah sehat di Indonesia dapat dicapai bila sekolah melaksanakan, program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) melalui tiga program UKS (Trias UKS) yaitu Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, dan Pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat, serta Melaksanakan upaya-upaya peningkatan kebugaran jasmani secara baik, melalui program Pendidikan Jasmani.

Sekolah sebagai tempat berlangsungnya proses belajar mengajar harus menjadi “Health Promoting School” artinya “sekolah yg dpt meningkatkan derajat kesehatan warga sekolahnya”.

- Sekolah memiliki lingkungan kehidupan sekolah yg mencerminkan hidup sehat.

- Mendapatkan pelayanan kesehatan yg optimal.

- Terjamin berlangsungnya proses belajar mengajar dengan baik.

-Tercipta kondisi yg mendukung tercapainya kemampuan peserta didik untuk berperilaku hidup sehat.

SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang sangat peduli dengan lingkungan sekolah sehat. Sehat merupakan hak asasi manusia. Selain itu sehat merupakan investasi yang tak ternilai dan sangat berharga sekali keberadaannya. Di sekolah anak-anak ditanamkan jiwa sehat karena anak sekolah merupakan aset (modal utama) pembangunan masa depan yang perlu dijaga, ditingkatkan, dan dilindungi kesehatannya.

Sekolah merupakan tempat pembelajaran, dapat terancam terjadinya penularan penyakit jika tidak dikelola dengan baik. Maka dari itu SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang melakukan upaya promosi kesehatan melalui program kegiatan UKS menanamkan nilai-nilai PHBS di sekolah demi terciptanya lingkungan sekolah yang sehat.

 

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktekkan oleh peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

 

MANFAAT PENERAPAN PHBS DI SEKOLAH

Terciptanya sekolah yang bersih dan sehat sehingga peserta didik, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah terlindungi dari berbagai gangguan dan ancaman penyakit

Meningkatnya semangat proses belajar-mengajar yang berdampak pada prestasi belajar peserta didik

Citra sekolah sebagai institusi pendidikan semakin meningkat sehingga mampu menarik minat orang tua (masyarakat)

Meningkatnya citra pemerintah daerah di bidang pendidikan

Menjadi percontohan sekolah sehat bagi daerah lain.

 

KEGIATAN PENERAPAN PHBS DI SEKOLAH

Jajan di warung/ kantin sekolah

Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

Menggunakan jamban di sekolah

Mengikuti kegiatan olah raga dan aktivitas fisik

Memberantas jentik nyamuk

Tidak merokok di sekolah

Mengukur berat dan tinggi badan tiap bulan

Membuang sampah pada tempatnya.

 

1. RUANG UKS SMP NEGERI 3 BUKIK PINANG SABATANG

*Bersih tidak ada kotoran/sampah

*Lantai, meja, dinding dan langit-langit bersih

*Dinding terdapat poster-poster tentang Kesehatan

*Ventilasi baik, tidak pengap dan lembab

*Cahaya/penerangan cukup, yaitu dapat untuk membaca dan menulis tanpa bantuan penerangan bila cuaca terang.

*Penataan ruang rapi

*Tempat tidur 2 dengan seprai berwarna putih beralaskan perlak

*Terdapat pembatas antara tempat tidur laki-laki dengan perempuan

*Ada lemari/peralatan UKS dan P3K

*Obat-obatan P3K sesuai dengan standar Depkes

*Administrasi dan data kegiatan UKS lengkap

*Grafik kunjungan UKS dibuat perbulan

*Ada bagan struktur UKS dan PMR

*Ada papan data kegiatan / program kerja UKS per tahun

*Terdapat Mading UKS dan foto-foto kegiatan

*Dipakai sebagai pusat kegiatan UKS, PMR dan bimbingan kesehatan remaja

*Ruang dan kelengkapan dirawat baik, bersih dan indah.

 

2. MANEJEMEN/ORGANISASI UKS

*Struktur / personil Tim Pembina UKS terdiri dari :

Pembina : (Kep.Sek)

Ketua- dibidang Pendidikan Kesehatan

Pelayanan Kesehatan dan Pembinaan Lingkungan

Ketua

Wakil Ketua

Sekretaris

Bendahara

Anggota-anggota (kader UKS / Siswa)

Unsur Komite Sekolah

Petugas UKS Puskesmas

Unsur Guru

Unsur siswa / Pengurus OSIS.

 

*Ada rencana / program kerja tahunan secara tertulis.

*Tim pembina UKS melakukan pertemuan berkala untuk membicarakan kegiatan UKS.

*Ada laporan kegiatan ke Tim Pembina UKS Kecamatan dan atasan langsung Kepala Sekolah secara teratur dan tepat waktu.

*Ada bukti fisik kegiatan seperti : daftar hadir, kelengkapan administrasi (buku tamu) undangan, bukti kunjungan/surat tugas, KMS

*Pembinaan di sekolah oleh Puskesmas dan PMI

 

3. PENDIDIKAN KESEHATAN UKS

*Untuk jenjang SMP pendidikan minimal yang mesti didapat adalah materi tentang :

*Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR)

*HIV / AIDS

*Bahaya Rokok, Alkohol dan Narkotika serta pencegahannya

*Penyuluhan kesehatan lingkungan

*Ada buku pegangan guru tentang Pendkes.

*Peran aktif “ Pendidik Sebaya” dlm PKHS

*Program kemitraan Penkes dg instansi terkait (Puskesmas, PMI, Kepolisian)

*Pengenalan penggunaan obat yang benar

 

4. PELAYANAN KESEHATAN UKS

a. Kegiatan Peningkatan Kesehatan (Promotif)

*Adanya penyuluhan kesehatan oleh petugas Puskesmas, PMI dan Kepolisian

*Latihan keterampilan tekhnis kesehatan

*Pelayanan konseling kesehatan remaja oleh konselor sebaya

b. Kegiatan Pencegahan (Preventif)

*Pengobatan sederhana oleh dokter kecil

*Pemeriksaan berat badan dan tinggi badan berkala 6 bulan sekali

*Penjaringan kesehatan

*Pengawasan penjaja makanan di sekitar sekolah

*Pengawasan kantin/warung sekolah

c. Kegiatan Penyembuhan dan Pemulihan (Kuratif dan Rehabilitatif)

*Pemberian obat ringan

*Diagnosa dini

*Pengobatan pada penyakit

*Pelaksanaan rujukan ke Puskesmas/Rumah Sakit bagi yang sakit.

 

5. PEMBINAAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEHAT

a. Lingkungan Sekolah Sehat

*Ada program dan pelaksanaan kegiatan 7 K di setiap kelas/ada jadwal piket siswa.

*Halaman yang cukup luas untuk upacara dan olahraga

*Ada patroli keamanan sekolah/pengamanan sekolah.

*Ada kerja bakti lingkungan sekolah (piket kapling, piket kelas) termasuk kegiatan pemberantasan sarang nyamuk pada waktu-waktu tertentu yang dilakukan peserta didik dan guru di sekolah (melaksanakan 3M Plus dan Lingkungan Sekolah bebas jentik)

*Ada tempat sampah tertutup di depan kelas.

*Sampah langsung diangkut dan dibuang ketempat pembuangan sampah diluar sekolah

*Lomba sekolah sehat

*Lomba penghijauan

*Pembuatan Kompos

*Pengawasan kantin/warung sekolah secara rutin.

*Memiliki ruang konseling

*Memiliki tempat ibadah

*Pengelolaan Toga sekolah dan apotek hidup yang diberi label khasiat dan petunjuk kegunaan.

*Pembuatan dan Pemanfaatan taman/kebun sekolah yang diberi label (untuk sarana belajar) dan pengolahan hasil kebun sekolah.

b. Pengadaan dan Pengawasan Sarana Prasarana Pendukung

*Renovasi Ruang UKS

*Merawat kebun sekolah

*Mengatur dan merawat taman

*Pembuatan Grafik

*Inventaris peralatan dan pengadaan obat

*Pembuatan/Penyusunan Program

 

6. KETENAGAAN UKS

 

Agar UKS dapat berdaya guna dan memegang peranannya sebagai motor penggerak kesehatan dilingkung sekolah, maka UKS harus dikelola oleh tenaga yang benar-benar profesional di dalam dunia kesehatan. Di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang, untuk ketenagaan kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Tangah Sawah dimana setiap bulan di minggu ketiga tenaga kesehatan dari Puskesmas membantu dalam pelayanan kesehatan.

 

Terdapat 2 guru pembina UKS dalam pengelolaan UKS yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan Trias UKS.

Di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang telah memiliki pendidik sebaya/konselor sebaya yang membantu dalam pendidikan kesehatan dan pelayanan kesehatan di UKS.

Anak sekolah juga berperan aktif menjadi kader kesehatan bagi sekolah dan keluarganya Kader UKS diharapkan dapat memelopori para siswa yang lain terutama dibidang kebersihan. Kader UKS diharapkan dapat memberikan :

*Keteladanan dalam membuang sampah.

*Contoh penerapan PHBS di lingkungan sekolah dan keluarga

*Ketrampilan mengukur tekanan darah, nadi, berat badan dan tinggi badan.

 

 

PROGRAM PELAKSANAAN KEGIATAN UKS

 

Pelayanan UKS dikoordinir oleh guru UKS yang dibantu oleh petugas kesehatan dari Puskesmas hadir 1x sebulan setiap minggu ketiga.

 

 

A. Sarana dan Prasarana Kesehatan

Sarana dan prasarana kesehatan yang ada di ruang UKS SMP N 3 Bukik Pinang Sabatang antara lain :

1. Dipan lengkap dengan kasur, sprei, bantal dan sarung bantal

2. Almari obat yang berisi obat-obatan dan perawatan rawat luka (P3K)

3. Timbangan beserta alat pengukur tinggi badan

4. Tensimeter, stetoskop dan termometer

5. Tandu

 

B. Kegiatan di Ruang UKS

Kegiatan yang ada di ruang UKS SMP N 3 Bukik Pinang Sabatang adalah sebagai berikut :

1. Pelayanan kesehatan (rawat luka, rawat keluhan siswa, mengukur tekanan darah, pengukuran suhu tubuh, memberikan obat-obatan ringan)

2. Penimbangan BB dan pengukuran TB, LL, LB

3. Pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan oleh petugas

 

 

C. Administrasi UKS

Segala kegiatan yang dilaksanakan dalam UKS ini dicatat dan dibukukan secara tertib dan teratur. Buku-buku administrasi tentang kegiatan UKS ini antara lain :

 

1. Buku pemeriksaan kesehatan

Buku ini berisi tentang nama siswa beserta keluhan dan obatnya. Buku pemeriksaan kesehatan diisi setiap hari.

 

2. Buku daftar pasien

Buku daftar pasien berisi tentang daftar nama pasien yang sakit, kelas dan keterangan untuk minta obat, istirahat atau pulang.

 

3. Buku penerimaan barang

Buku ini memuat tentang daftar barang yang masuk di UKS SMPN 3 Bukik Pinang Sabatang baik yang berupa barang subsidi maupun mandiri.

 

4. Buku agenda surat masuk dan surat keluar

Buku agenda surat masuk berisi tentang surat yang masuk dan surat yang dikeluarkan oleh UKS Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang.

 

5. Buku inventaris UKS

Buku inventaris UKS berisi tentang daftar barang yang ada di UKS Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang.

 

6. Buku belanja obat

Buku ini berisi tentang obat yang baru dibeli beserta stok sebelumnya.

 

7. Buku pengukuran TB dan penimbangan BB

Buku ini berisi tentang hasil penimbangan BB dan pengukuran TB siswa kelas tujuh, delapan, dan sembilan yang dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Untuk kelas IX hanya di semester pertama saja.

 

8. Buku tamu

Setiap tamu dari luar yang berkunjung ke UKS SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang mengisi buku tamu yang disediakan.

 

9. Selain di buku, administrasi kegiatan UKS juga dibuat dalam bentuk agenda kegiatan yang ditempel di dinding dan juga data yang berupa; program tahunan kegiatan UKS, struktur organisasi dan Grafik kunjungan UKS dan Grafik 10 keluhan terbanyak siswa.

 

 

D. Tim Pelaksana UKS

UKS merupakan tanggung jawab bersama antara Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan Pemerintah dan Departemen Agama. Di SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang, UKS dilaksanakan oleh tim pelaksana UKS yang ditetapkan dengan surat keputusan kepala sekolah. Tim pelaksana UKS tersebut terdiri dari Kepala Sekolah, guru dan karyawan beserta para siswa.(dhz

 

Penulis : Diah Hadiati,S.P

 

 

SEKOLAH PENERIMA ADIWIYATA

SELAMAT ! SMP Negeri 3 Bukik Pinang Sabatang Bukittinggi ditetapkan sebagai Sekolah penerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Provinsi. Penilaian terdiri atas empat indikator, yakni Pengembangan Kebijakan Sekolah, Pengembangan Kurikulum Berbasis Lingkungan, Pengembangan Kegiatan Berbasis Partisipatif serta Pengelolaan dan Pengembangan Sarana Pendukung Sekolah. ''Yang terpenting dari empat indikator tersebut adalah kebijakan sekolah dalam mendukung peningkatan prestasi terutama di bidang lingkungan hidup" kata Walikota Bukittinggi Bpk. Ismet Amzis, SH saat penyerahan Sertifikat di Balai Sidang Hatta Bukittinggi.